SYDNEY - Penyebab
kebakaran besar yang merepotkan warga dan otoritas Australia dalam
sepekan terakhir terkuak. Penyelidik menyatakan, sebuah latihan militer
di barat Sydney memantik api yang kemudian meluluhlantakkan lebih dari
200 rumah tersebut.
Lebih dari seratus titik api telah
menewaskan satu orang dan merusak ratusan rumah di Negara Bagian New
South Wales sejak Kamis (17/10) pekan lalu. Penyelidik menemukan,
kebakaran besar dekat Kota Lithgow, barat Sydney, sejak 16 Oktober di
dekat lokasi latihan milik Departemen Pertahanan (Dephan) disebabkan
latihan perang yang menggunakan senjata dan amunisi asli.
Dephan menolak berkomentar atas temuan
tim investigasi tersebut. Namun, mereka membenarkan bahwa latihan perang
yang menggunakan bahan peledak asli dilakukan pada 16 Oktober. Dephan
juga menyelidiki keterkaitan latihan perang tersebut dengan kebakaran
lahan.
Temuan itu menuai kecaman dari Mark
Greenhill, wali kota di wilayah Blue Mountains yang menjadi daerah
terparah dampak kebakaran. "Saya sudah memprediksi datangnya hari
seperti itu, kering, panas, dan berangin. Militer Australia seharusnya
tahu saat itu mudah sekali api terpantik," ujarnya.
Sementara itu, ancaman cuaca yang akan
memperburuk kebakaran di New South Wales sedikit mereda kemarin. Angin
besar yang dikhawatirkan bakal membuat api berembus cepat ke wilayah
permukiman warga sudah tidak menjadi ancaman lagi. Namun, ratusan
penduduk di Blue Mountains telanjur dievakuasi.
Pemerintah lokal mengatakan, warga bisa
kembali ke rumah kemarin malam. Cuaca dingin mulai melanda wilayah New
South Wales dan peringatan bahwa api akan meluas hingga mengancam
permukiman telah dicabut. Tidak ada laporan kehilangan properti atau
korban luka sepanjang hari kemarin.
"Sementara upaya pemadaman kebakaran
masih terus dilanjutkan, risiko yang mengancam masyarakat lebih luas
sudah sangat berkurang," terang Shane Fitzsimmons dari Rural Fire
Service.
Namun, dia juga mengingatkan, tantangan
selanjutnya akan sangat bergantung pada kondisi cuaca beberapa hari ke
depan. Total, ada 73 titik api di seluruh wilayah New South Wales, 29 di
antaranya belum bisa dipadamkan.
Sejumlah sekolah di Blue Mountains
diperkirakan tutup sepanjang Kamis (24/10). Jalan tol utama juga masih
ditutup. Peringatan darurat di sejumlah lokasi dekat Kota Newcastle,
utara Sydney, masih diberlakukan. Sementara status peringatan serupa di
Springwood, wilayah barat, telah diturunkan menjadi awas.
Sebelumnya, Perdana Menteri Tony Abbott
menyerang balik komentar Kepala Badan PBB Urusan Iklim Christina
Figueres yang mengaitkan kebakaran semak di Australia dengan pemanasan
global. Figueres juga mengkritisi keputusan Abbott mencabut pajak emisi
karbon yang telah diberlakukan pemerintah sebelumnya.
"Orang-orang yang dipertanyakan
(kapasitasnya) berbicara meminjam mulutnya," kecam Abbott. "Perubahan
iklim memang nyata, seperti yang sering saya katakan. Juga, kita harus
mengambil langkah tegas untuk mengatasinya. Namun, ini adalah kebakaran
yang sama sekali tidak terkait dengan perubahan iklim," tandasnya
0 comments:
Post a Comment